oleh

Ratusan Warga Wonorejo, Sarirejo, Jatirejo dan Tegalrejo Kecamatan Cepu Turun Ke Jalan Tagih Janji Bupati Blora, Tuntut Legalitas Tanah

Blora- jurnalissiberindonesia.com-Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Kawasan Wonorejo (FKMKW) turun ke jalan pada Senin (11/3).Warga yang tinggal diwilayah Wonorejo Kelurahan Cepu Sarirejo Kelurahan Ngelo Tegalrejo Kelurahan Balun dan Jatirejo Kelurahan Karangboyo Kecamatan Cepu tersebut,melakukan aksi damai menuntut pensertifikatan tanah yang mereka tempati sejak puluhan tahun silam. “Kami memperjuangkan hak atas tanah yang kami tempati sejak jaman nenek moyang kami.Nantinya akan kami wariskan kepada anak cucu,” ujar Harpono,ketua FKMKW,Senin (11/3).

Warga di lingkungan Wonorejo dan sekitarnya,secara turun temurun selama lebih dari 50 tahun sudah menempati tanah tersebut.
“Kami memiliki bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan.Jika merujuk PP no 24 tahun 1997 pasal 24 ayat 2 tentang Pendaftaran Tanah jika seorang yang menguasai fisik tanah selama 20 tahun secara terus menerus dapat mendaftarkan diri sebagai pemegang hak atas tanah tersebut.Seharusnya kami yang paling memiliki hak untuk mendapat Sertifikat Hak Milik,” tegasnya.

Aksi warga yang dinamai Aksi Sebelas Maret (SEMAR 113) tersebut,dilakukan di Jalan Nasional Cepu-Blora.Tak ayal jalan dari arah Blora menuju Kota Cepu yang melalui Wonorejo,tidak bisa dilalui kendaraan sehingga arus lalu-lintas diarahkan ke Jalan Bypass. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres Blora,TNI dan Satpol PP Kecamatan Cepu.

Dalam aksinya,warga silih berganti berorasi diatas truk.Warga juga membawa poster yang isinya menagih janji pejabat Pemkab Blora
“Kami tidak pernah diperhatikan.Padahal kami mempunyai KTP dan KK.Bupati Blora juga harus ingat janjinya,katanya mau membantu warga mendapat SHM.Tahun 2011 Pemkab Blora telah membuat kesepakatan untuk membuatkan SHM.Tapi ternyata tidak ada realisasinya.Bahkan 2013 telah terbit sertifikat hak pakai atas nama Pemkab Blora,” ujarnya.


Lebih lanjut Harpono menegaskan, tuntutan warga meminta Bupati Blora untuk membuat surat keputusan yang intinya bersedia mengembalikan hak tanah yang ditempati warga dengan melepas status hak pakai Pemkab Blora sehingga warga bisa mengurus pembuatan SHM.
“Ketua DPRD Blora harus membantu warga, dengan meminta kepada Bupati Blora untuk memenuhi tuntutan warga.Kami memberikan waktu selama seminggu.Jika tuntutan warga tidak dipenuhi,kami akan aksi ke kantor Bupati Blora secara bergelombang,”tegasnya.

Sementara itu Muhammad Husaini menegaskan pihaknya berharap agar Bupati Blora menyetujui tuntutan warga.
” Jika tidak disetujui Bupati, kami akan ke Jakarta dan melaporkan ke Presiden dan DPR RI,” ujarnya.

Aksi tersebut berakhir pukul 10.30 wib dan peserta aksi pun membubarkan diri dengan tertib.

Seperti diketahui tanah seluas 81,3 hektar tersebut telah ditukar guling antara Perhutani dengan Pemkab Blora pada tahun 1994. Dan tahun 1999 keluar SK Menteri Kehutanan tentang pelepasan kawasan hutan Wonorejo.Bahkan 2013 telah terbit sertifikat hak pakai atas nama Pemkab Blora,” ujarnya.

Lebih lanjut Harpono menegaskan, tuntutan warga meminta Bupati Blora untuk membuat surat keputusan yang intinya bersedia mengembalikan hak tanah yang ditempati warga dengan melepas status hak pakai Pemkab Blora sehingga warga bisa mengurus pembuatan SHM.
“Ketua DPRD Blora harus membantu warga, dengan meminta kepada

Bupati Blora untuk memenuhi tuntutan warga.Kami memberikan waktu selama seminggu.Jika tuntutan warga tidak dipenuhi,kami akan aksi ke kantor Bupati Blora secara bergelombang,”tegasnya.

Sementara itu Muhammad Husaini menegaskan pihaknya berharap agar Bupati Blora menyetujui tuntutan warga.
” Jika tidak disetujui Bupati, kami akan ke Jakarta dan melaporkan ke Presiden dan DPR RI,” ujarnya.

Aksi tersebut berakhir pukul 10.30 wib dan peserta aksi pun membubarkan diri dengan tertib.

Seperti diketahui tanah seluas 81,3 hektar tersebut telah ditukar guling antara Perhutani dengan Pemkab Blora pada tahun 1994. Dan tahun 1999 keluar SK Menteri Kehutanan tentang pelepasan kawasan hutan Wonorejo.(Red/Qim)

News Feed