oleh

Operasi Tumpas Narkoba Selama 12 Hari, Polres Gresik Tangkap 70 Tersangka

Gresik, jurnalissiberindonesia.com – Pengedar maupun pecandu tak akan mempunyai ruang lagi untuk bergerak. Satreskoba Polres Gresik bakal melakukan penindakan terhadap segala jenis kejahatan narkotika diwilayah hukumnya, hasil kinerjanya selama 12 hari, ada sebanyak 70 tersangka yang berhasil ditangkap.

Hasil tangkapan tersebut dalam konferensi pers Ops Tumpas Narkoba 2019 pada halaman Mapolres Gresik Rabu (6/3), kemarin, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Gresik. Diantaranya, Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Redik Tribawanto, Kasubbaghumas Polres Gresik AKP Hasyim, Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Windu Priyo Prayitno, KBO Satreskoba Iptu Suparmin, Kanit Idik I, Kanit Idik II dan Kasi Propam Polres Gresik.

AKBP Wahyu Sri Bintoro, Kapolres Gresik mengatakan, guna menciptakan situasi kondusif di wilayah hukum kami Polres Gresik dan Jajaran Polsek melaksanakan giat operasi tumpas narkoba Semeru 2019. Operasi tersebut dimulai sejak 26 Januari – 6 Februari. Yang artinya anggota kami melakukan penindakan terhadap para pengedar maupun pencandu yang selama 12 hari,” ungkapnya.

Mantan Kapolres Bojonegoro menjelaskan, selama hampir dua pekan anggota kami Satreskoba Polres Gresik beserta jajaran Reskrim Polsek bekerja keras memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Kota Santri dan Kota Pudak hingga hasilnya, ada sebanyak 67 LP (laporan polisi), dan sebanyak 70 tersangka dengan rinciannya sebanyak 45 orang pengedar dan sebanyak 25 pengguna atau pencandu narkoba,” kata AKBP Wahyu Sri Bintoro kepada jurnalissiberindonesia.com

Semuanya sambung Wahyu, hasil tangkapan tersebut mengantarkan Polres Gresik meraih peringkat ke-3 hasil ungkap narkoba se-Jawa Timur. “Kami selaku Kapolres tetap kedepannya terus meningkatkan giat preemtif dan preventive guna menekan angka penguna dan pengedar narkoba di wilayah Gresik,” terang alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998.

Adapun pasal yang diterapkan kepada mereka para tersangka ditambahkan, untuk bagi tersangka pengedar, kami terapkan pasal 114 ayat (1) undang undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan sedangkan bagi tersangka pecandu disangkakan atau dikenakan dengan pasal 112 ayat (1) Jo pasal 127 undang undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. “Pada awalnya mereka tersangka ini hukumannya sama-sama berat. Tapi, masih lebih berat bagi pengedar,” tandasnya. (yti/fz)

News Feed