oleh

Kasus Jual Beli Lahan Proyek AKR GEM City Caleg DPRD Gresik Belum Ditahan, Ada Apa?

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com -Kasus dugaan penipuan pemalsuan dokumen jual beli lahan proyek AKR Grand Estate Marina (GEM) City di Wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, yang terlibat pada kasus itu yang merupakan Calon Anggota Legeslatif (Caleg) DPRD Kabupaten Gresik, Mahmud meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga saat ini oleh pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, belum juga melakukan penahanan.

Sementara, Dirreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gupuh Setiyono, S.I.K., menyampaikan, kami masih dalam penyidikan dan masih dalam perkembangan penyidikan, kan itu bersifat rahasia dalam penyidikan,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (6/3), kemarin.

Masih kata Gupuh Setiyono, nanti kalau sudah ada penetapan tersangka sudah, Jadi kalau perkembangan penyidikannya, kalau di sidik perkembangannya kan begini, dari lidik, di naikkan sidik, dari sidik, ditetapkan tersangka, nah sekarang sudah ditetapkan tersangka tinggal penyidikannya berjalan. “Yang bersangkutan belum ditahan, kan kewenangan toh, dan nahan perlu atau tidaknya kan kewenangan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kasubdit IV, Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Festo Ari Permana, S.I.K., saat dikonfirmasi terkait hal tersebut pihaknya enggan menanggapi dan enggan menemuinya, serta melainkan memerintahkan anak buahnya bagian urmin menyampaikan, bapak Kasubdit IV lagi sibuk dan lagi tanda tangan berkas banyak yang menumpuk, mungkin selesai sampai sore itupun kurang tau lagi mas,” kata salah satu urmin Subdit IV Ditreskrimum Polda Jawa Timur saat di tanya pada ruangan urmin, Selasa (5/3/2019), siang kemarin.

Cukup diketahui, Mahmud ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penipuan pemalsuan dokumen penjualan tanah yang dilaporkan oleh PT Bangun Sarana Baja (BSB). Saat itu Mahmud masih menjabat sebagai Kepala Desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik telah menerima uang Rp 15 miliar dari pelapor untuk membeli tanah masyarakat setempat.

Dalam perkembangannya, pada jual beli tersebut banyak tersandung masalah. Dari nominal Rp 15 miliar tersebut, tanah yang diperoleh tidak sesuai. Hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke Mapolda Jawa Timur.

Berdasarkan laporan dari PT. Bangun Sarana Baja (BSB) ke Polda Jatim dengan nomor laporan 444/IV/2018/UM/SPKT, Rabu 11 April 2018. Mahmud, Caleg DPRD Gresik yang juga sebagai mantan Kepala Desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik diduga melakukan penipuan dan pemalsuan dokumen.

Setelah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, akhirnya pihak penyidik Polda Jawa Timur menetapkannya sebagai tersangka. (yti/fz)

News Feed