oleh

Subdit I Narkoba Polda Jatim Tangkap Pengedar Sabu Jaringan Lapas Porong

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com – Cahyo Saiful Haq alias Boncu (26), diringkus Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur, lantaran kerap kali mengedarkan barang sabu ke penghuni Lapas Klas I Porong, Sidoarjo.

Dirresnarkoba Polda Jawa Timur, Kombes Pol Sentosa Ginting Manik mengatakan, kami lakukan penangkapan tersangka Cahyo alias Boncu dirumahnya Jalan Kedung Rukem IV, Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu,” katanya, Selasa (5/3/2019).

Manik menjelaskan, penangkapan tersangka berawal anggota kami Subdit I Ditresnarkoba Polda Jawa Timur mendapati laporan informasi masyarakat, Kamis (28/2), lalu sekitar pukul 23.00 WIB, kerap kali adanya penjualan narkoba jenis sabu di Wilayah Kedung Rukem Surabaya dan tersangka ini dikenal oleh para pembelinya dengan sebutan nama panggilan Boncu.

“Hasil laporan informasi tersebut petugas menindak lanjuti secara penyelidikan, ketika di lakukan penjebakan tersangka melayani dan hingga akhirnya berhasil menangkap tanpa perlawanan di rumahnya,” terang Kombes Pol Sentosa Ginting Manik kepada jurnalissiberindonesia.com

Dikatakan, petugas melakukan penggeledahan dirumah tersangka mengamankan sejumlah barang sabu seberat 35,47 gram berikut alat timbangan digital dan pipet kaca yang biasa dipakainya tersangka untuk meracik sabu tersebut. Seketika anggota kami menangkapnya dan tersangka digelandang ke Mapolda Jawa Timur guna dimintai keterangan proses penyidikan,” ungkap Manik.

Sambungnya, tersangka Boncu dihadapan penyidik mengakui jika barang sabu itu kerap dia mengedarkan ke Wiwin selaku penghuni Lapas Klas I Porong. Dan dari tangan Wiwin ini, sabu tersebut kemudian dijualnya ke para penghuni lain.

“Tersangka ini merupakan mempunyai peran, yaitu dengan meranjau barang sabu pada suatu tempat, sedangkan yang menjualnya barang sabu atau yang mencari pembelinya yakni, Napi saudara Wiwin,” imbuh Manik.

Menambahkan, tersangka Cahyo karena kedapatan telah mengedarkan sabu untuk menanggung akibatnya akan kami jerat pasal 112 ayat (2), dan pasal 114 ayat (2) undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Manik. (yti/fz)

News Feed