oleh

Pekerja Project JTB Meninggal Di Puskesmas Usai Istirahat Kerja

BOJONEGORO-JSI­

Akibat terkena serangan jantung pekerja project Jambaran Tiung Baru (JTB), yang sebelumnya mengalami sesak nafas meninggal di Puskesmas Gayam, usai istirahat kerja (19/2) pukul 12.15. Lugitono (56), merupakan Assistant Surveyor, Pekerja PT Swadaya Graha, Subcontractor Konsorsium Rekayasa Industri – JGC Corp – JGC Indonesia.

Bob Wikan Adibrata, GM Proyek JTB, selaku Kepala Teknik Tambang PT Pertamina EP Cepu, memberitahukan kejadian malang pekerja yang meninggal melalui Whatsapp mesenger paguyuban driver, dan diteruskan hingga sampai diketahui media online Jurnalis Siber Indonesia.com.

Pada jam 11.40 WIB, korban mengalami sesak nafas dan dibawa ke Puskesmas terdekat (Puskesmas Kec. Gayam) . Jam 12.15 WIB korban dinyatakan meninggal dunia, oleh dokter Puskesmas Gayam.

Informasi sementara, meninggal dunia karena serangan jantung.  Jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Cabak RT.004 RW.001 Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah.

Pihak Perusahaan dan Kontraktor mendampingi korban sejak dibawa ke Puskesmas hingga ke rumah duka. Akan diinvestigasi lebih lanjut terkait hal ini. Berdasarkan analisa awal terhadap data MCU, kondisi korban Fit to Work.

Kapolsek Ngasem AKP Dumas Barutu dikonfirmasi media online Jurnalis Siber Indonesia.com lewat WA messenger, pihaknya membenarkan berita tersebut. “Info yang kami dpat dari yang bersangkutan. Saat istirahat kerja, merasa tidak enak badan dan lemas, selanjutnya dibawa rekan-rekannya ke Puskesmas Gayam , dan sempat mendapat perawatan. Tidak lama kemudian yang yang bersangkutan meninggal dunia. Menurut dokter yang menangani meninggal dunia karena serangan jantung,” terang Kapolsek Ngasem kepada media ini. Terpisah Zainal  Arifin, Save Manager PT Rekayasa Industri, dikonfirmasi via android mengungkapkan, berita adanya pekerja project JTB yang meninggal tersebut benar. “Berita tersebut benar meninggal karena serangan jantung saat jam istirahat. Adapun meninggalnya di Puskesmas Gayam bukan di site. Setelah mendapatkan perawatan sebelumnya,” jelasnya. (SATAR)

News Feed