oleh

Atlet Judo Bojonegoro Raih 8 Medali di Kejurprov Judo Senior Jawa Timur 2018 di Surabaya

Surabaya – Kembali, prestasi cukup membanggakan berhasil diraih atlet-atlet Judo asal Bojonegoro. Dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Judo Senior se Jawa Timur 2018 yang digelar pada Minggu (16/12/2018), di Dojo Kertajaya Surabaya, delapan atlet Bojonegoro berhasil meraih tujuh medali perunggu dan satu medali perak.

Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Pengkab Bojonegoro, Aris Yuliantono MPd, kepada awak media ini mengungkapkan rasa bangga, terhadap para atlet dan pelatih, yang telah berhasil meraih prestasi di kejuaraan hari ini.“Alhamdulillah mas, atlet PJSI Bojonegoro bisa menyumbangkan hasil yang terbaik untuk Kabupaten Bojonegoro,” tutur Yuliantono.Menurut guru olahraga SMAN 1 Bojonegoro tersebut, meskipun para atlet selama ini berlatih dengan peralatan yang seadanya, namun berkat besutan pelatih Suparlan SPd, yang juga sebagai guru MTs Kalitidu, para atlet Bojonegoro masih dapat menunjukkan prestasinya.“Dalam kejurprov ini, sangat berat lawan-lawannya, anak-anak bertemu dengan atlet-atlet senior.” tutur guru yang berbadan bongsor ini.

Masih menurut Aris, dalam kejurprov ini, PJSI Bojonegoro mengirimkan sepuluh atlet dan delapan diantaranya mendapatkan medali. Tujuh medali perunggu dan satu medali medali perak yang diraih Sevia Eka, yang bertanding di kelas +78 kilogram.“Sevia Eka berhasil masuk final, namun kalah dari Nur Kofifah, pejudo dari Surabaya,” tutur Aris Yuliantono.Sedangka tujuh atlet lainnya yang memperoleh medali perunggu adalah: Azhari Anhar, yang bertanding di kelas +100 kilogram; Nur Afif, yang bertanding di kelas 78 kilogram; M. Ali Mahmudi, yang bertanding di kelas 73 kilogram; M Irfan H, yang bertanding di kelas 60 kilogram; Kalpin, yang bertanding di kelas 60 kilogram; A Umam Taufik, yang bertanding di kelas 55 kilogram dan Amelia F, yang bertanding di kelas 45 kilogram.“Perolehan medali ini merupakan modal yang berharga untuk menghadapi porprov 2019,” kata Aris menambahkan.Aris menambahkan, bahwa dalam rangka menjaring bibit-bibit judo di Bojonegoro, dirinya berharap kepada pemerintah, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bojonegoro, untuk dapatnya mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Judo di Bojonegoro.“Saat ini kendala yang dihadapi Pengcab PJSI Kabupaten Bojonegoro adalah masalah tempat latihan. Saat ini pejudo Bojonegoro belum memiliki tempat latihan yang memenuhi standar.” ujarnya. Selain itu, dirinya juga berharap agar pemerintah, memberi perhatian penuh kepada atlet-atlet yang berprestasi. “Semoga pemerintah dapat lebih memperhatikan para atlet yang berprestasi,” tutur Aris dengan nada berharap.(Red) Sumber:kumparan.com

News Feed