oleh

Tindaklanjuti Lahan Kilang Tuban, Menteri ESDM Minta Pertamina Kirim Tim

Tuban, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meminta PT Pertamina mengirimkan tim untuk menindaklanjuti permasalahan lahan terkait rencana pembangunan kilang minyak baru di Tuban, Jawa Timur.

Instruksi ini menyusul harapan yang disampaikan Bupati Tuban Fathul Huda pada acara pembagian paket perdana konverter kit untuk nelayan kecil di Tuban, Selasa (13/11), agar Pemerintah melanjutkan pembangunan Kilang minyak baru di Tuban. “Kami berharap pembangunan kilang bisa dilanjutkan di Tuban. Semua pembangunan pasti ada mudarat dan manfaatnya. Sehingga ada pro dan ada kontra. Manfaatnya jauh lebih besar dari mudaratnya. Logikanya yang pro jauh lebih besar daripada kontra,” kata Fathul.

Fathul meyakinkan, dengan adanya Kilang TPPI dan cadangan minyak di sekitar Tuban, menunjukkan bahwa fasilitas penunjang telah tersedia sehingga sangat tepat apabila kilang minyak baru dibangun di Tuban. Pemda Kabupaten Tuban juga siap mendukung rencana pembangunan infrastruktur tersebut. “Kami siap memback-up semua permasalahan tersebut,” tegas Fathul.

Menjawab harapan itu Jonan mengungkapkan, sejak awal Pemerintah telah sudah menetapkan Tuban sebagai lokasi pembangunan kilang minyak baru karena secara topografi juga studi kebumian, daerah tersebut minimal terkena bencana alam seperti gempa dan tsunami. Namun dalam pelaksanaan pembangunannya, masih terkendala masalah lahan. “Sudah beberapa tahun ini, kami mendapat laporan masalah lahannya tidak mudah. Ya coba Bu Dirut (Pertamina) kirim tim lagi, coba dicek lagi,” ujar Jonan.

Jonan mengharapkan permasalahan lahan di Tuban ini dapat segera diselesaikan. Apabila sulit, maka Pemerintah akan memindahkan lokasi pembangunan kilang minyak baru. “Nanti saya kira Pertamina kirim tim lagi, menghadap Pemkab Tuban untuk menjajaki lagi kemungkinan seberapa besar untuk (dibangun) di sini,” tambahnya.

Pembangunan kilang minyak baru membutuhkan lahan sekitar 800 hektar. Apabila kilang jadi dibangun di Tuban, kota tersebut akan menjadi kota industri dengan multiplayer effect, antara lain pertumbuhan ekonomi yang tinggi. “Sebenarnya kalau masyarakat juga mendukung, mestinya jalan. Kan sudah ada kilang TPPI. Pertamina kalau (kilang baru) dibangun di sini, juga memprioritaskan (pekerja) putra daerah. Kan tidak mungkin orangnya dibawa dari Jakarta juga,” tandas Jonan.

Dalam.pembangunan kilang minyak baru di Tuban ini, PT Pertamina menggandeng perusahaan migas asal Rusia, Rosneft Oil Company dengan investasi sekitar US$ 15 miliar. Nantinya, kilang yang memiliki kapasitas 300 ribu barel per hari (bph) itu diharapkan memberi manfaat besar bagi negara, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Proyek ini diharapkan dapat mulai konstruksi tahun 2020 serta beroperasi 2024. (Red). Sumber Berita : migas.esdm.go.id

News Feed